6 Fakta Menarik Kota Budaya : Kota Batusangkar

Kabau SirahBatusangkar adalah ibu kota kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat. Kota ini terbagi menjadi tiga kecamatan: Kecamatan Lima Kaum, Kecamatan Tanjung Emas dan Kecamatan Sungai Tarab.

Kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai Benteng Van Der Kapellen pada masa penjajahan Belanda. Artinya, daerah tersebut merupakan benteng Belanda, yang didirikan pada masa Perang Padrian.

Benteng ini dibangun antara tahun 1822 dan 1826 dan secara resmi berganti nama menjadi Batusangkar pada tahun 1949.

Batu Angkek-angkek, atau bahasa Indonesia untuk “bangkit”, adalah salah satu batu legendaris di Batusangkar selain Batu Malin Kundang.

Sekilas, batu ini terlihat seperti cangkang kura-kura. Konon batu ini bisa memprediksi. Jika seseorang bisa mengangkat batu, maka keinginannya akan terkabul, begitu pula sebaliknya.

Namun, bukan hanya ini yang menarik dari Batusangkar.

 

Berikut 6 fakta menarik tentang Batusangkar  :

 

 

1. Istana Basa Pagaruyung Yang Tahan gempa

 

Istana Basa yang juga dikenal dengan Istana Pagaruyung merupakan salah satu ikon wisata kota Batusangkar. Saat memasuki istana, pengunjung akan disambut oleh kemegahan struktur kayu. Kayunya bukan kayu biasa, melainkan kayu yang dipilih secara khusus agar tahan lama.

Istana ini memiliki struktur tahan gempa. Tiang penyangga pada bangunan ini merupakan situs heritage yang sengaja dimiringkan untuk menahan gempa.

Sedangkan bahan kayu di keraton dihiasi dengan 60 ukiran yang menjelaskan filosofi dan budaya Minangkabau.

 

2. Masjid tertua di Indonesia

 

Masjid tertua di Indonesia yang masih berdiri kokoh adalah Masjid Raya Rao Rao. Masjid berukuran 16×16 meter persegi ini memiliki gaya arsitektur unik yang memadukan pola tiga masyarakat: Melayu, Eropa, dan Timur Tengah.

Atap masjid Rao-rao mewujudkan citra khas Minangkabau. Atapnya terbuat dari seng dalam tiga lapis, di atasnya menjulang menara persegi panjang. Menara segi empat ini memiliki atap gongjong yang mengarah ke empat arah mata angin.

Masjid Rao Rao memiliki 13 jendela yang berarti perwujudan dari 13 rukun shalat. Tidak hanya itu, masjid ini juga memiliki enam pintu yang berarti enam alam ciptaan. Masjid ini termasuk dalam salah satu situs cagar budaya kabupaten Tanah Datar.

 

3.Cagar Budaya Batu Batikam

 

Peninggalan budaya Batikam, atau yang biasa disebut dengan batu tikam, merupakan salah satu situs sejarah. Batu batikam ini berbentuk seperti batu tikam keris Datuak Parpatiah Nan Sabatang.

Luas cagar budaya ini adalah 1800 m2. Batu ini merupakan bukti bahwa Kerajaan Minangkabau ada pada Zaman Neolitikum.

Dulunya, tempat ini digunakan sebagai tempat pertemuan para pemimpin suku atau ladang nan bapane. Dengan demikian, Batu Batikam melambangkan pentingnya refleksi dan perdamaian di Minangkabau.

 

Baca Juga : Kisah 3 Batu Ajaib di Batusangkar – Sumatera Barat

 

4. Berbelanja dengan koin

 

Pasar Van der Capellen merupakan salah satu pasar yang menyajikan jajanan tradisional Minang. Pasar ini buka dari tahun 2018 hingga sekarang. Pedagang di pasar ini memakai kuruang bashiba dengan peralatan kuno.

Sistem transaksi di pasar Capellen tidak biasa. Saat berbelanja di pasar ini, Anda hanya bisa menggunakan koin khusus yaitu Capellen Coins.

Bagi masyarakat yang ingin berbelanja harus menukarkan uang tunai dengan koin kayu seharga Rp2500 per koin.

 

5.Yoghurt Khas Minang

 

Dadia adalah salah satu produk khas Batusangkar yang terbuat dari susu kerbau murni. Pertama-tama, susu kerbau akan ditempatkan di bambu untuk proses fermentasi.

Hal ini membuat rasa asam dan aroma yang khas membuat orang menyebutnya yoghurt Minang.

Biasanya dadia disajikan dengan emping dan gula merah yang terkenal manis dan legal. Hidangan ini biasa disebut dengan ampiang dadia. Namun, dadia bisa dimakan tanpa lauk.

 

6. Minuman Khas Niro Talua

 

Minuman khas yang tidak bisa ditemukan di daerah lain adalah Niro Talua. Minuman ini terbuat dari sari buah yang dicampur dengan kuning telur. Nira berair adalah cairan yang diperoleh dari tandan bunga Anau/Aren melalui proses aromatisasi.

Niro Talua memiliki manfaat kesehatan termasuk peningkatan kekebalan dan peningkatan energi yang cepat. Minuman ini bisa ditemukan di Nagari Barua Bukit atau di dekat objek wisata Puncak Pato.