9 Fakta Menarik Kota Berjuluk Mesir Van Andalas Padang Panjang

Kabau Sirah – Kota Padang Panjang merupakan salah satu kotamadya dengan luas wilayah terkecil di provinsi Sumatera Barat. Kota ini dijuluki Kota Serambi Mekah, dan juga dikenal sebagai Egypt van Andalas (Egypte van Andalas). Jumlah penduduk kota pada pertengahan tahun 2021 mencapai 59.998 jiwa.

Berdasarkan Keputusan Dewan Kota Sementara Nomor 12/K/DPRD-PP/57 tanggal 25 September 1957, Kota Padang Panjang dibagi menjadi empat distrik administratif, yaitu Gunung Resort, Lareh Nan Panjang Resort, Pasar Resort dan Bukit. Resor Surungan. Sedangkan wilayah administrasi kota ini dikelilingi oleh wilayah administrasi Kabupaten Tanah Datar.

Kota ini juga disebut kota dingin karena letaknya yang berada di ketinggian 650 hingga 850 meter di atas permukaan laut.

Kota ini juga terletak di daerah pegunungan yang udaranya sejuk dan suhunya bisa mencapai 18 derajat Celcius di pagi hari. Kota Padang Panjang dikelilingi oleh tiga gunung yaitu Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek.

Tentu bukan itu saja keseruan Padang Panjang.

 

 

Berikut 9 fakta menarik tentang kota Padang Panjang :

 

 

1. Sejarah Padang Panjang

 

Kawasan perkotaan ini dulunya merupakan bagian dari Kecamatan Tuan Gadang Batipuh. Pada masa Perang Paderi, daerah tersebut diminta oleh Belanda sebagai salah satu pos pertahanan sekaligus batu loncatan untuk penaklukan kaum Padri yang masih menguasai daerah Luhak Agam.

Kemudian Belanda membuka jalur baru dari kota ini ke kota Padang karena lebih mudah daripada melalui kawasan Kubung XIII di Kabupaten Solok sekarang. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan sementara kota Padang setelah kota Padang dikuasai Belanda pada masa agresi militer Belanda sekitar tahun 1947.

Kota ini sebagai pemerintahan daerah dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Kota Otonom di Provinsi Sumatera Tengah tanggal 23 Maret 1956. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957 status Kota Padang Panjang adalah sama ke kabupaten dan kota lain di Indonesia.

 

2. Transportasi dan Perhubungan

 

Kota Padang Panjang berada di persimpangan jalan dan terhubung dengan perlintasan Sumatera yang menjadikan kota ini sangat strategis penting karena terletak di jalur regional antara kota Padang dan Bukittinggi serta Kabupaten Tanah Datar Kabupaten Solok. dan Kota Solok.

Kota ini juga merupakan titik temu jalur kereta api dari kota Bukittinggi ke kabupaten Solok, yang akan menuju ke kota Padang atau sebaliknya, cabang dari jalur kereta api ini berada di stasiun Padang Panjang. Sementara itu, ada minibus dan bandy (kereta kuda) untuk transportasi keliling kota.

Kota ini juga memiliki terminal transportasi darat yang disebut Terminal Bukit Surungan. Pemerintah Kota Padang Panjang saat ini tengah bersiap membuka kembali jalur KA sepanjang 68,3 km yang menghubungkan Padang Panjang hingga Padang.

 

3. Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau

 

Pusat Informasi dan Dokumentasi Kebudayaan Minangkabau atau biasa disingkat PDIKM adalah salah satu museum di Sumatera Barat yang terletak di Desa Silaing Bawa, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.

Museum yang dibuka pada tahun 1990 ini memuat berbagai informasi dan koleksi tentang budaya Minangkabau dalam bentuk dokumen audio dan video.

Museum ini dapat diakses melalui jalur utama Padang-Bukittinggi, sekitar dua kilometer dari pusat kota Padang Panjang. Salah satu alasan lahirnya PDIKM adalah anggapan bahwa masyarakat Minangkabau tidak memiliki catatan sejarah tertulis yang baik, karena masyarakat Minang sudah terbiasa dengan budaya tutur yang diturunkan secara turun-temurun.

Mantan Menteri Koperasi Republik Indonesia pada masa Orde Baru, Bustanil Arifin berinisiatif mendirikan lembaga nirlaba berupa wadah pengumpulan berbagai dokumen dan informasi tentang kebudayaan Minangkabau.

Pada tanggal 8 Januari 1988, Yayasan Dokumentasi dan Informasi Budaya (YDIKM) Minangkabau didirikan. Untuk mencapai tujuannya, YDIKM telah membuat sebuah forum yang disebut PDIKM.

Sejak digunakan secara resmi pada 9 Desember 1990, lebih dari 3.000 dokumen Minangkabau tua telah dikumpulkan dalam bentuk reproduksi buku, manuskrip, kliping koran, foto, dan mikrofilm. Sebagian besar terbit sebelum tahun 1945, sebagian masih berbahasa Belanda dan Arab-Melayu.

 

Baca juga :  7 Jajanan Tradisional Khas Ranah Minang

 

4. Institut Seni Indonesia

 

Institut Seni Indonesia atau ISI di Padang Panjang adalah satu-satunya lembaga seni di luar Jawa. Lembaga ini berawal dari sebuah konservatori, yaitu konservatori karawitan A dan konservatori B, yang kemudian menjadi Akademi Seni Musik Indonesia. Pada tahun 1999, Akademi Seni Rupa Indonesia Karawitan diubah menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Padang Panjang.

Pada tahun 2010 STSI Padang Panjang ditingkatkan menjadi Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Lembaga seni ini telah melahirkan banyak seniman dan karya seni yang identik dengan Minangkabau, Melayu dan Nusantari.

Mahasiswa yang menuntut ilmu di tempat ini berasal dari seluruh wilayah Sumatera Barat, seluruh provinsi Sumatera dan menjadi salah satu tempat mencari informasi tentang seni dan budaya Minangkabau.

 

5. Kuliner khas Padang Panjang

 

Tidak hanya daerahnya yang menarik untuk dikunjungi, pengalaman kuliner Padang Panjang juga menarik untuk dicicipi. Ada Nasi Kabaka yang artinya nasi untuk makan siang. Hidangan ini adalah nasi yang dibungkus rapat dengan daun pisang dengan lauk pauknya.

Hebatnya lagi, nasi ini tahan hingga 10 jam, sehingga cocok untuk perjalanan jauh. Lauk pauk yang ditambahkan juga diolah dengan cara ditumis saja, tanpa menggunakan kuah kari seperti nasi padang pada umumnya agar nasi tidak basi.

Ada juga kari Gagebo. Kari ini terbuat dari Sandung lamur, yang merupakan bagian dari lemak sapi, yang hampir seluruhnya terbuat dari lemak kunyah (bagian dari punuk sapi). Disajikan dengan saus asam pedas atau asam padé dan tanpa santan. Hidangan kuliner ini termasuk hidangan langka karena bahan utamanya sulit ditemukan.

Minuman bisa dipesan di Kawa Daun Coffee. Kopi tidak dibuat dari biji kopi, melainkan dari daunnya. Bagi masyarakat Minangkabau, kava daun merupakan Vedanga yang istimewa.

Menyeduh kopi mirip dengan menyeduh daun teh yang direbus dalam air mendidih. Keunikan kopi ini adalah daun kava diseduh dalam kuali yang terbuat dari tanah dan dipanaskan menggunakan perapian tradisional. Masakan lainnya termasuk Soto Padang, Sate Darek dan Paragede Jaguang.

 

6. Wisata Padang Panjang

 

Padang Panjang, seperti daerah lain di Sumatera Barat, memiliki banyak destinasi wisata yang indah dan menarik. Salah satunya adalah Air Terjun Lembah Anai yang menawarkan pemandangan indah dan menenangkan karena berada di Lembah Anai yang juga merupakan kawasan hutan lindung di Padang Panjang.

Objek wisata ini sangat cocok bagi pengunjung yang suka menyaksikan air terjun dan mengamati alam secara lebih terbuka. Destinasi wisata ini bahkan memiliki julukan “The Greatest Grace” yang membuatnya semakin populer.

Selain itu, terdapat Gua Batu Batirai di Desa Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat. Nama “Batiray” diambil karena gua ini memiliki banyak stalagmit dan stalaktit yang bentuknya seperti tirai.

Ada juga desa wisata Kubu Gadang yang memiliki pasar digital menggunakan koin kayu sebagai alat pembayaran untuk membeli barang tertentu.

Satu koin kayu berharga Rp 1.000, sehingga pengunjung hanya perlu menukarkan uangnya dengan koin kayu untuk membeli barang di pasar digital.

Destinasi wisata menarik lainnya di Padang Panjang antara lain Minang Fantasy, Stasiun Kereta Padang Panjang, Masjid Sigando Asashi, Air Terjun Tujuh Lantai, dan wisata Lubuk Mata Kuhing.

 

7. Dikelilingi oleh Kabupaten Tanah Datar.

 

Secara administratif, wilayah Padang Panjang dikelilingi oleh Kabupaten Tanah Datar. Menurut Wikipedia, kota ini terletak di zona ketinggian, yaitu pada ketinggian 650 hingga 850 meter di atas permukaan laut. Perjalanan dari Padang ke Padang Panjang memakan waktu sekitar 2 jam.

 

8. Kota terkecil di Sumatera Barat

Sebagai kota terkecil di Sumatera Barat, kota Padang Panjang hanya terdiri dari dua kabupaten dan 16 kelurahan. Kedua kecamatan tersebut adalah Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur.

 

9. Salah satu kota terdingin di Sumatera Barat.

Suhu di Padang Panjang cukup rendah karena terletak di dataran tinggi dan dekat dengan Gunung Marapi dan Singalang. Bahkan suhu di Padang Panjang bisa mencapai 18 Celcius di pagi hari.