7 Tempat Wisata Paling Hits Dieng Dengan Pemandangan Alam Unik

Tempat Wisata Paling Hits Dieng – Dieng mungkin adalah tujuan wisata paling populer di Jawa Tengah. Berbagai wisatawan asing maupun lokal setiap tahun berduyun-duyun ke Dieng untuk melihat langsung keindahan wisata alam setempat, terutama matahari terbit.

Namun, selain itu, masih banyak lagi tempat wisata di Dieng yang wajib dikunjungi!

Memang masih ada puluhan lagi tempat wisata yang indah dengan pemandangan alam yang paling unik.

Berikut 7 ulasan tempat wisata di Dieng terbaik yang wajib Anda kunjungi.

1. Telaga Dringo

Tempat wisata di Dieng yang paling indah tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda 4, anda harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya, salah satunya dengan berjalan kaki.

Jika Anda bertanya, apa danau terindah di Dieng? pasti sebagian besar wisatawan akan menjawab “Telaga Warna”.

Jangan salah, ada sebuah danau di puncak gunung dengan pemandangan yang tiada tara. Namanya Danau Dringo.

Danau ini tergolong danau paling murni di Dataran Tinggi Dieng, jauh dari pemukiman penduduk.

Jika Telaga Warna mendapat 11 poin, maka Telaga Dringo berhak mendapatkan 12 poin.

Tidak percaya? Silahkan kunjungi Danau Dringo dan Anda akan langsung dibuat takjub dengan keindahan alam Danau Dringo.

2. Air Terjun Sikarim

Air Terjun Sikarim merupakan salah satu tempat wisata yang paling tersembunyi, tempat ini sepertinya belum pernah masuk dalam daftar tempat wisata di Dataran Tinggi Dieng.

Untuk menuju tempat ini, Anda bisa melalui desa Sembungan atau melalui desa Mlandi di kecamatan Garung.

Benar-benar akan ada banyak masalah di sepanjang jalan, melalui lubang dan menanjak.

Anda harus sangat waspada, setelah melewati penghalang dalam waktu 45 menit dari Sembungan Anda dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Gemericik air terjun yang jatuh bebas dari tebing bukit dan pepohonan di sekitar Sikarim akan meninggalkan pengalaman yang tak terlupakan..

3. Telaga-telaga di Dieng

Entah apa asal usul danau di Dieng, Wonosobo, pada zaman dahulu. Ada yang menyebut asal usul danau akibat letusan yang dahsyat, ada pula yang mengaitkannya dengan legenda/cerita rakyat.

Beberapa danau yang populer di sekitar Dieng adalah Telaga Varna, Telaga Sebong, Danau Pengilon, Danau Merdada, Danau Dringo, Danau Sevivi, Danau Balekambang dan Danau Menjer.

Sebagian besar danau di Dieng dikelola sebagai objek wisata, sebagian digunakan untuk irigasi dan pembangkit listrik, seperti Danau Menjer.

Danau Menjeer merupakan danau yang paling luas dibandingkan danau lainnya, danau ini terletak di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.

Salah satu tempat favorit untuk menikmati keindahan Danau Meniere dari perkebunan teh milik PT. Tambi, yang terletak di atas danau.

Letaknya yang berada di ketinggian memungkinkan pengunjung untuk melihat keseluruhan pemandangan danau ini.

4. Bukit Teletubbies di Puncak Prau

Gunung Prau Dieng menjadi semakin populer di kalangan pendaki, setiap akhir pekan ratusan pendaki dari seluruh kota bergegas ke puncak Gunung Prau.

Gunung dengan ketinggian 2.565 meter ini memiliki alam yang sangat indah. Selain berkesempatan bertemu fajar (matahari terbit), pendaki akan dimanjakan dengan keindahan bukit Teletubbies di Puncak Prau.

Selain melewati Patakbanteng untuk mencapai puncak Gunung Prau, Anda juga bisa mengambil jalur Kali Lembu dan Dieng. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam.

Musim kemarau bulan Juli hingga September merupakan waktu yang tepat untuk mendaki Prau, selain bisa melihat pesona matahari terbit, pendaki bisa menikmati banyak tempat menarik.

Jangan lupa untuk mengabadikan momen dan petualangan paling seru saat mendaki Gunung Prau.

5. Desa wisata Sembungan

Melangkah ke desa pegunungan tertinggi di pulau jawa tentunya akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi kita semua, udara yang dingin, angin yang membelai pipi akan tetap menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Sembungan adalah desa yang selalu menjadi tujuan banyak wisatawan, foto dan cerita tentang Sembungan juga dapat ditemukan dalam buku-buku kuno di Belanda.

Terletak di tengah Perbukitan Sikunir dan Gunung Pakuwojo, desa ini memiliki hawa dingin yang membuat pengunjung dan wisatawan merinding, warga hampir setiap hari memakai sarung dan mengenakan jaket tebal agar tetap hangat, dan saat malam tiba, rumah warga telah disiapkan dengan perapian, anglo dan arang untuk semua penghuni rumah untuk mengobrol di sekitarnya.

Dibutuhkan sekitar 2 jam untuk sampai ke Desa Sembungan dari Wonosobo dengan jarak tempuh sekitar 32 km.

Secara geografis, Desa Sembungan termasuk dalam wilayah Kecamatan Kejahar, Kabupaten Wonosobo, berbatasan dengan Desa Tieng, Desa Sikunan, Desa Parikesit dan Desa Mlandi, Kecamatan Garung.

Desa Sembungan adalah sebuah desa dengan ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut. dengan panorama alam yang menyegarkan semua pemandangan, jalan beraspal menuju desa, ini jalan terakhir dan tidak ada sambungan lagi, jadi untuk kembali ke Wonosobo harus memutar balik jalan yang sama.

Keindahan alam dan keunikan Desa Sembungan memang terbukti mampu menarik ribuan orang untuk berkunjung, tidak hanya Bukit Sikunir yang menjadi primadona wisata berburu matahari tenggelam , namun beberapa tempat lain yang layak untuk dikunjungi.

Mengunjungi tempat-tempat seperti Telaga Sebong, Air Terjun Semendung, Air Terjun Sikarim, Gua Pertapaan, Makam Mba Adama Sari (Keluarga Sunan Kalijogo), Gunung Pakuwojo, dan Telaga Wurung yang kini ditumbuhi bunga edelweis.

Wisatawan bisa menginap di Sembungan seharian penuh jika ingin mengeksplor semua tempat yang ada, jalannya tidak terlalu jauh dari masing-masing tempat, sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan kentang, carika dan senyum ramah petani Sembungan.

Desa Sembungan memang dianggap layak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, dan semua sudutnya menawarkan sisi menarik untuk dikunjungi dan berfoto dengan kamera yang akan kita bawa.

6. Kawah Sileri

Selain Kawah Sikidang Dieng, masih ada kawah yang lebih indah untuk dijelajahi. Penduduk Dataran Tinggi Dieng menyebutnya “Kawah Sileri”, yang berasal dari kata leri (air yang digunakan untuk mencuci beras). Karena kesamaan warna namanya, kawah ini sering disebut sebagai Kawah Sileri.

Terletak di lereng Gunung Pagergedang, pemandangan di sekitar Kawah Sileri sangat indah, terutama di pagi hari karena Anda dapat melihat uap dari kawah yang mengambang (naik) dari permukaan kawah.

Kawah Sileri terletak di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegar. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat sekitar 7 km dari Dataran Tinggi Dieng.

7. Padang Savana (Bukit Pangonan)

Jika Anda pernah bermimpi menikmati keindahan sabana di Afrika, namun budget terbatas, datanglah ke Dieng.

Di sumur sumur inilah pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah, semak-semak yang tersebar luas, tanaman unik, perosotan lucu yang dapat Anda kagumi seolah-olah sedang bepergian melalui Afrika.

Untuk sampai ke tempat ini, Anda perlu mengeluarkan tenaga ekstra dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam dimulai dari Distrik Museum Kailash.

Memang melelahkan, jalannya menanjak dan melewati semak-semak liar. Perjalanan akan terbayarkan jika sudah sampai di Puncak Pangonan, dimana Anda memiliki pemandangan Telaga Merdada yang sangat indah dan pemandangan Dieng yang unik.

Melanjutkan perjalanan menyusuri hutan diiringi suara kicau burung, setelah beberapa saat rasa lelahmu langsung hilang. Jadi, Anda telah tiba di sabana.

Tips, rekomendasi menjelajah sabana di Dieng. Kunjungi saat musim kemarau dengan memulai perjalanan pagi. Pastikan untuk menyiapkan persediaan yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published.