Jenis Kesenian Tradisional Khas Sumatera Barat

Jenis Kesenian Tradisional Khas Sumatera Barat – Banyak sekali kesenian tradisional khas Sumatera Barat yang mungkin belum banyak Anda ketahui.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, yang kaya akan suku dan bangsa.

Memiliki sekitar 34 provinsi yang dikelilingi oleh ribuan pulau, masing-masing provinsi memiliki bahasa daerah, makanan khas dan berbagai kesenian tradisionalnya masing-masing.

Oleh karena itu, tidak heran jika Indonesia sendiri sangat dekat dengan semboyan Bhinek Tunggal Ika atau yang dimaknai Lain tapi Satu.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang beberapa kesenian tradisional yang dimiliki oleh salah satu daerah di Indonesia yaitu Sumatera Barat.

Penasaran? Mari kita simak bersama beberapa kesenian tradisional khas Sumatera Barat, mulai dari lagu daerah, alat musik khas, hingga tarian tradisional yang jumlahnya banyak.

Lagu Daerah Khas Sumatera Barat

Berbicara tentang kesenian khas Sumatera Barat, kita tidak boleh melupakan berbagai lagu khas yang dimiliki daerah yang satu ini.

Mengapa? Lagi pula, lagu daerah biasanya diciptakan tidak hanya untuk didengarkan oleh publik, tetapi juga memiliki makna yang cukup dalam bagi setiap orang yang mendengarkannya.

Tidak hanya itu, lagu-lagu tersebut juga dibuat dengan menggunakan bahasa daerah yang sangat menonjolkan keragaman budaya musik Indonesia itu sendiri.

Namun, memang ada beberapa lagu daerah yang dimodifikasi oleh seniman dengan sentuhan modernisasi, sehingga dapat disesuaikan dengan masyarakat modern.

Namun tentu saja hal ini tidak akan mengubah esensi dari lagu itu sendiri, sehingga nuansa tradisional tetap bisa kita rasakan dengan tetap menghormati artis yang menciptakan lagu tersebut.

1. Gelang Sipaku Gelang

Lagu daerah yang menjadi salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat yang pertama adalah Gelang Sipaku yang sangat digemari oleh anak-anak dulu dan sekarang.

Bahkan, guru TK juga sering mengajarkan lagu ini kepada siswanya agar bisa mengenalkan anak pada budaya Indonesia yang berbeda.

Lagu Gelang Sipaku Gelang bercerita tentang perpisahan, sehingga sering digunakan untuk mengajak pulang atau mengakhiri suatu acara.

Tak jarang lagu ini juga dijadikan pengganti lagu Sayonara.

2. Kampuang Nan Jauah di Mato

Anda yang lahir di tahun 90-an mungkin sudah sangat familiar dengan kesenian tradisional Sumatera Barat yang satu ini.

Lagu ini dinyanyikan dengan begitu merdu dan lantang oleh Chikita Meidi, penyanyi anak-anak yang sangat sukses di masanya.

Bahkan hampir setiap hari kita bisa mendengarkan dan menyanyikan lagu ini di lingkungan sekitar, baik itu keluarga atau teman bermain, meskipun kita tidak lahir, tidak hidup dan tidak berasal dari suku Minang.

Lagu Kampuang Nan Jauah di Mato bercerita tentang seorang lelaki yang merindukan kampung halamannya ketika harus merantau ke kota atau provinsi lain karena berbagai alasan.

3. Dindin Badindin

Kemudian ada lagu Dindin Badindin yang sering digunakan sebagai pengiring tari Indang.

Dahulu lagu ini digunakan sebagai sarana dakwah Islam dan dinyanyikan ketika pemuda atau pemudi meninggalkan surau.

Namun, kini Dindin Badindin telah mengalami perubahan lirik. Lagu ciptaan Tiar Ramon ini juga dipopulerkan oleh Elli Kasim, penyanyi terkenal di era 80-an.

4. Lah Laruik Sanjo

Ternyata tidak hanya lagu Dindin Badindin, penyanyi Elli Kasim juga mempopulerkan lagu tradisional Sumatera Barat lainnya, yaitu Lah Laruik Sanjo.

Lagu yang ditulis oleh Asbon Majid ini menceritakan tentang apa yang dilakukan kebanyakan orang saat senja tiba.

Namun kemudian lagu ini dinyanyikan oleh Gumarang dalam versinya.

Jadi, kamu bisa mendengarkan lagu Lah Laruik Sanjo dalam dua versi yaitu versi Gumarang dan versi Elly Kasim.

5. Anak Daro

Lagu daerah terakhir yang akan kita bahas adalah Anak Daro yang menceritakan tentang kebahagiaan pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Mereka tidak hanya akan menjalani kehidupan baru bersama, tetapi juga akan bahagia, karena semua anggota keluarga dan tamu juga hadir untuk memberi selamat kepada mereka.

Alat Musik Tradisional Khas Sumatera Barat

Nah, setelah kita membahas beberapa lagu daerah yang diiringi dengan sabit, kesenian tradisional khas Sumatera Barat selanjutnya adalah alat musik tradisional.

Tanpa alat musik, jelas lagu daerah yang dibawakan oleh penyanyi tidak akan sempurna.

Dapat dikatakan bahwa alat musik tradisional Sumatera Barat memiliki sejarah yang panjang dan sangat erat kaitannya dengan nuansa religi Islam.

Dimana, dimulai dari era musik Melayu Qasida dan Gurindam pada tahun 635-160, ketika penyebaran agama Islam dimulai.

Sebagian besar alat musik Sumatera Barat berasal dari suku Minang yang memiliki corak khas yang sering disebut dengan istilah minang rentak.

1. Bansi

Alat musik pertama yang termasuk dalam salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat adalah bansi yang dimainkan dengan cara ditiup dan berbentuk silinder mirip suling.

Bansi dalam hal ini sebenarnya ada dua jenis, yaitu bansi dari Sumatera Barat dan bansi dari Aceh. Namun, mereka dibedakan oleh Bansi dari Aceh, yang ukurannya lebih kecil.

Bansi terbuat dari bambu talang atau bambu sariak, yaitu bambu kecil dan agak tipis yang tingginya sekitar 33,5–36 cm dengan diameter 2,5–3 cm.

Alat musik jenis ini memiliki tujuh lubang yang masing-masing memiliki fungsinya sendiri-sendiri.

6 lubang sebagai pengatur nada dan 1 lubang udara, yang digunakan sebagai tempat meniup alat musik itu sendiri, sehingga menghasilkan suara yang indah.

2. Pupuik Tanduak

Alat musik tradisional Sumatera Barat selanjutnya adalah Pupuik Tanduak. Pupuik Tanduak sendiri berasal dari Pupuik yang berarti siulan dan Tanduak yang berarti terompet.

Jadi, jika kita simpulkan, maka Pupuik Tanduak adalah salah satu alat musik tradisional bersiul dari terompet.

Terbuat dari tanduk kerbau, tanduak pupuik sebenarnya bukanlah alat musik yang digunakan untuk mengiringi nyanyian atau tarian.

Karena suaranya yang bernada tunggal, maka alat musik jenis ini biasa digunakan sebagai penanda salat Magrib, Isya dan Subuh, atau sebagai pengumuman oleh kepala desa untuk didengarkan oleh warga desa.

3. Sarunai

Sarunai, atau juga sering disebut dengan “Puput Serunai”, adalah salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat, berupa alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup.

Dipercaya bahwa alat musik ini berasal dari nama shehnai, alat musik dari dataran India Utara.

Namun saat ini lebih dikenal sebagai alat musik tradisional masyarakat Minangkabau yang sedang berkembang dan dapat ditemukan di kabupaten Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota.

Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat Sarunai ini adalah batang padi, kayu, bambu, tanduk kerbau dan daun kelapa.

Dengan panjang sekitar 20 cm, Sarunai memiliki 4 lubang dengan selisih 2,5 cm sebagai pengatur nada dan sering dimainkan pada saat acara adat seperti pernikahan, batagak pangulu, panen padi, pertunjukan pencak silat minang.

4. Rabab

Rabab adalah sejenis alat musik tradisional Minangkabau yang sering digunakan pada masa penyebaran agama Islam oleh para pedagang Aceh pada masa lalu.

Kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini tumbuh dan berkembang dalam budaya masyarakat Minangkabau.

Namun, kini sudah mulai menyebar di beberapa daerah dengan jenis yang sesuai. Saat ini ada tiga jenis rabab, yaitu darek rabab, pasisia rabab dan piaman rabab.

Rabab darek merupakan jenis rabab yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Minangkabau di kabupaten Darek yang meliputi Tanah Datar, Agam dan Lima Puluh Kota.

Sedangkan Pacisia rabab merupakan jenis rabab yang dikenal masyarakat Minangkabau di pesisir barat, khususnya pesisir selatan.

Masyarakat yang tinggal di daerah Pesisir Selatan percaya bahwa rabab pasisia merupakan wujud dari keberadaan seni berbicara kaba yang dikenal dengan basikambang.

Dan yang terakhir adalah rabab-piaman yang memiliki 3 buah senar atau senar berupa alat musik yang terbuat dari tempurung kelapa dan berfungsi sebagai resonator suara.

5. Talempong

Terakhir, ada talempong, sejenis alat musik tabuh atau alat musik tabuh khas suku Minangkabau. Talempong ini bentuknya mirip dengan bonang pada instrumen gamelan Jawa.

Kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini terbuat dari bahan dasar kayu yang dipadukan dengan batu-batu kuno. Namun, seiring berjalannya waktu, talampong mulai dibuat dari bahan logam seperti kuningan.

Terdiri dari beberapa unit dengan nada yang berbeda, alat musik jenis ini sering digunakan sebagai pengiring untuk berbagai pertunjukan tari atau penyambutan di suatu acara seperti tari simbal, tari pasambahan dan tari gelombang.

Tarian Tradisional Khas Sumatera Barat

Tarian daerah tidak bisa luput dari perhatian ketika kita berbicara tentang kesenian tradisional khas Sumatera Barat.

Karena tarian ini sendiri sering dipentaskan di berbagai acara dan tidak jarang ada yang sudah terkenal di luar negeri, seperti tari Saman dari Aceh.

Nah, karena sangat menarik untuk ditonton, tarian tradisional juga sering menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah di Indonesia.

Lalu apa saja jenis tarian tradisional yang dimiliki Sumatera Barat?

Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Tari Piring

Pertama, tarian simbal, yang biasanya dibawakan oleh penari dengan jumlah ganjil, dari 3 hingga 7 orang.

Para penarinya bercampur antara pria dan wanita, dan seringkali berpasangan.

Pada awalnya, tarian tradisional ini dilakukan untuk berterima kasih kepada masyarakat setempat atas hasil panen yang melimpah.

Ritual juga dilakukan dengan membawa sesajen. Namun, dengan masuknya Islam, tarian yang semula digunakan untuk melakukan ritual berubah menjadi hiburan belaka.

2. Tari Payung

Nah kemudian ada tari payung yang juga merupakan jenis kesenian tradisional khas Sumatera Barat yang cukup terkenal.

Mirip dengan tari simbal, tari payung juga dilakukan oleh pasangan, tetapi melibatkan 4 hingga 8 penari.

Menggunakan payung sebagai media utama, tarian ini juga melambangkan cinta.

Menurut penduduk setempat, payung merupakan salah satu bentuk perlindungan dari hujan dan terik matahari. Jadi, arti dari tarian payung itu sendiri adalah sepasang kekasih yang memulai kehidupan keluarga.

3. Tari Indang

Berikutnya adalah tari indang, yang mungkin tidak terlalu asing bagi kita. Tarian yang juga bisa disebut tari Badindin ini biasanya dibawakan oleh 7 orang penari dan dibawakan oleh para pria.

Namun, seiring berjalannya waktu, wanita juga ikut serta dalam tarian ini.

Berdasarkan sejarah awal, tarian ini diciptakan untuk menyebarkan dakwah Islam di bawah Syekh Burkhanudin.

Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini mulai dipentaskan untuk hiburan atau seminar budaya.

4. Tari Lilin

Seperti namanya, kesenian tradisional Sumatera Barat ini menggunakan lilin sebagai media utamanya.

Tarian dengan lilin diambil dari cerita rakyat, ketika gadis itu ditinggalkan oleh pengantin pria dan memutuskan untuk berdagang.

Nah, saat itu, gadis itu juga kehilangan cincin kawinnya, jadi dia mencoba menemukannya di tengah malam, membawa lilin di atas piring kecil.

Akhirnya gerakan gadis itu berubah menjadi sebuah tarian, dan lahirlah tarian lilin.

5. Tari Pasambahan Minang

Terakhir, ada tari Pasambahan Minang, yang tujuannya untuk menyambut tamu istimewa sebagai salam, sekaligus menunjukkan rasa hormat kepada tamu yang diundang dalam upacara pernikahan.

Biasanya pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita, dilanjutkan dengan pesta daun sirih.

Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini mulai ditampilkan dalam pertunjukan seni dan murni bersifat menghibur.

Sedangkan gerak tari sendiri meliputi gerak silat, langkah menyerah dan busur.

Nah, sekarang sudah tahu kan kalau ada banyak sekali kesenian tradisional yang ada di Sumatera Barat.

Tentu masih banyak lagi kesenian yang lebih banyak dari yang sudah kita bahas kali ini.

Indonesia memang terkenal dengan keragaman suku dan budayanya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita ikut serta dalam penjelajahan daerah-daerah Indonesia yang belum pernah kita kunjungi, bukan?

Setelah pandemi virus corona berakhir dan kehidupan masyarakat kembali normal, sudahkah Anda merencanakan tempat liburan yang tepat?.

Leave a Reply

Your email address will not be published.